Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 April 2013

Tidak Pipis Sembarangan

Tadi sore ayah membawa oleh – oleh buat Sarah, satu stel baju renang yang baru. Baju renang itu indah sekali, berwarna pink dengan taburan bunga di bagian roknya. Kerudungnya juga berwarna pink, senada dengan celana panjang dan lengan baju renangnya. Ayah bilang, baju renang itu hadiah buat Sarah yang naik kelas II SD. Ah… senangnya hati Sarah..
Hari Minggu nanti ayah akan mengajak Sarah ke waterboom, Ituloh, komplek wisata air di dekat rumah yang besar sekali. Ada kolam renang dewasa, kolam renang anak – anak, perosotan, air mancur, air terjun buatan dan mainan  – mainan air lainnya. Ah… senangnya hati Sarah.
Sabtu malam Sarah sudah menyiapkan perlengkapan renang yang akan dibawa besok pagi. Baju renang pink yang sudah dicuci Ibu, balon renang, peralatan mandi, baju ganti dan tas plastik untuk baju basah nanti semua sudah dimasukkan kedalam tas. Tentu saja untuk menyiapkan itu, Sarah dibantu Ibu. Setelah semuanya siap, Sarah bergegas tidur, agar besok pagi tidak bangun kesiangan. Ah… senangnya hati Sarah.
Sarah, ayah dan Ibu berangkat ke waterboom naik sepeda motor bersama. Sebelum masuk, ayah beli dulu tiket masuknya. Harga tiket masuk untuk orang dewasa 15 ribu, kalau untuk anak – anak sebesar Sarah, cukup bayar 10 ribu. Ayah langsung mengajak Sarah dan Ibu pergi ke area kolam renang anak – anak. Eits..tapi sebelum masuk ke kolam renang, Ayah dan Sarah senam ringan dulu, “biar tidak kram” kata Ayah. Ibu sih tidak ikut berenang tapi duduk – duduk di pinggir kolam renang sambil jaga barang – barang. Setelah senam ringan, Sarah siap nyebur ke kolam. Ah… senangnya hati Sarah.
Ayah mengajari Sarah gerakan dasar renang, seperti cara menggerak – gerakkan kaki, tangan dan menahan nafas beberapa detik. Ternyata susah loh berenang itu, sedikit – sedikit tenggelam. Salah menggerakkan tangan, tenggelam. Salah menggerakkan kaki, tenggelam. Aih… susah sekali. Tapi Sarah tidak menyerah, setelah satu jam belajar, Sarah sudah bisa sedikit mengambang. Hihihi sedikit sih, tapi Alhamdulillah sudah bisa mengambang. Toss dulu ah sama Ayah. Ah… senangnya hati Sarah.
Setelah capek belajar renang, Sarah minta diajak pergi ke arena perosotan dan air terjun. Ah… senangnya hati Sarah. meluncur sama ayah pakai ban, hujan – hujanan di air terjun, dan mengapung pakai double ban yang disewakan di kolam renang. Ah… senangnya hati Sarah.
Tapi…. kelamaan di kolam renang bikin Sarah kedinginan. Sarah tiba – tiba pengen pipis dan rasanya tidak tahan lagi padahal toilet jaraknya jauh. Sarah pun segera bilang ke ayah,
“Ayah, Sarah kebelet pipis” Sarah meringis
“Oh, ayo kita ke toilet” kata Ayah
“Sarah pipis di kolam renang aja ya yah?” rajuk Sarah yang tidak kuat menahan pipis
hush tidak boleh itu” Ayah berkata tegas.
“kenapa yah? teman – teman Sarah sering kok pipis di kolam, katanya kan nanti pipisnya hanyut” Sarah beralasan,
“Sarah, air kencing itu kan jorok. Kalau Sarah pipis di kolam lalu air kolamnya keminum orang – orang disekitar Sarah, bagaimana?” tanya Ayah.
“eh, iya yah?” Sarah garuk – garuk, sejenak lupa sama rasa ingin pipisnya.
“sudah ayo kita ke toilet dulu, nanti Ayah jelaskan lagi” ajak Ayah.
Ayah dan Sarah pun bergegas ke toilet yang paling dekat. Sekeluarnya dari toilet, Sarah segera menghambur ke Ayah yang sedang menunggu di bangku dekat toilet.
“Ayo yah, jelaskan lagi” Sarah bertanya antusias.
“Nah, pertanyaan yang tadi sudah jelas kan maksudnya?” pancing ayah
“iya juga sih yah. kasihan orang – orang disekitar Sarah ya?” jawab Sarah
“lagipula, kita ini muslim Sarah. Rasulullah melarang kita untuk kencing di tempat – tempat tertentu. Perbuatan itu sangat dibenci loh, Saking dibencinya, orang yang pipis sembarangan dijuluki dengan al la’anain! yaitu orang yang dilaknat manusia. Serem kan?” jelas Ayah.’
“oh ya? terus.. terus yah? dilarang kencing di mana saja?” Sarah mulai tak sabar
“di tempat bernaung manusia, di jalan umum dan di tempat air tergenang. Kita tidak boleh kencing di pohon yang rindang, jalan – jalan yang dilewati manusia, kolam renang, sungai yang tidak mengalir dan lain – lain. ” jelas ayah.
“Tahu nggak apa hikmah Allah melarang kita?” tanya Ayah
“nggak tahu yah” Sarah menggeleng pelan
“karena kalau kita melakukan hal itu, akan banyak mudharat bagi manusia yang lain Sarah. tempat – tempat manusia berteduh jadi tidak nyaman karena bau pesing,  jalan umum jadi kotor, dan orang yang berenang di kolam renang jadi was – was. Itu salah satu bukti kalau Islam itu rahmatan lil alamin Sarah. jika kita benar – benar menjalankan perintahNya, maka manusia akan merasa nyaman dengan kita. Kalau berenang dengan muslim mereka selalu senang karena yakin kita tidak akan berbuat buruk dengan kencing di air kolam. Kalau mereka berteduh di wilayah kita, mereka mudah menemukan pohon – pohan yang nyaman digunakan untuk berteduh. Mereka pun akan melihat jalan – jalan yang bersih bebas kotoran dan bebas bau pesing” jelas Ayah panjang lebar.
“oh.. gitu ya yah?. sekarang Sarah mengerti, besok Sarah jelasin ke teman – teman Sarah deh biar mereka ndak pipis sembarangan.” Sarah mengangguk mantap.
“nah gitu dong, anak ayah yang shaliha…” Ayah tersenyum sambil merangkul Sarah.
“sekarang mau renang lagi atau kita pulang?” tanya ayah
“pulang saja yah, Sarah capek dan laperrrr. hehehe” Sarah nyengir sambil menepuk – nepuk perutnya. Ayahpun tertawa dan mengajak Sarah untuk menemui Ibu dan bergegas pulang.
Saat perjalanan pulang mereka mampir ke kedai makan di dekat waterboom. Ayah berjanji bulan depan akan mengajak Sarah ke waterboom lagi untuk belajar berenang. Ah… senangnya hati Sarah
Inspirasi :
Hati-hatilah dengan al la’anain (orang yang dilaknat oleh manusia)!” Para sahabat bertanya, “Siapa itu al la’anain (orang yang dilaknat oleh manusia), wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang yang buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia.(HR. Muslim no. 269.)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kencing di air tergenang.”(HR. Muslim no. 281.)

Rabu, 03 April 2013

Indahnya Saling Menolong Oleh AISY_CNR



Dikebun binatang Pelangi Ceria, hiduplah sekumpulanbinatang. Ketika itu, tampaklah seekor burung yang sedang asyik beterbangan kesana kemari. Karena semakin asyiknya terbang menghinggapi ranting-ranting pohon satu ke pohon yang lain. Eh…tiba-tiba Si Burung. Liyang…liyung…..klepek klepek klepek…..
“ahhh…..tolong…tolooooonnnggg…..BRUKK!”
Seekor kelinci terkejut, “Astaghfirullohal’adzim…suara apa itu?? Sepertinya ada yang meminta tolong, coba aku lihat ah….”
Tak hanya kelinci saja, kupu-kupu pun yang asyik terbang mencari suara itu. Sambil terbang kupu-kupu itu pun berkata, “wah….suara apa itu? Siapa yang meminta tolong?”
Hewan-hewan yang lain pun mendekati Si Burung yang terjatuh.
“kamu kenapa burung?”, Tanya Si bebek
Jawab burung, “ Sayapku terluka, akutak bisa bangun dan terbang lagi….Tolong bantu aku ya bebek…”
“Sebentar ya Burung, aku mencari bantuan kepada yang lainnya.”
Bebek pun pergi mencari bantuan kepada yang lainnya.
Tiba-tiba setelah perginya bebek, Semut dan Kepik pun datang.
“Hai burung…kamu kenapa? Kamu sayapny terluka yah….maafkan kami ya Burung…Badan kami kecil sehingga tidak dapat membantu kamu….” Tanya mereka sambil melihat-lihat luka Si Burung.
Jawab Si Burung, “Iya…teman, terima kasih. Kalian sudah mempedulikan aku.”
Lebahpun tak ketinggalan, terbang sambil mengatakan, “Aku juga, ya Burung, maafkan aku ya…aku tidak bisa membantumu.aku hanya bisa memberikan maduku sebagai obat untukmu.”
Kemudian bebek pun datang bersama-sama kelinci dan kupu-kupu.
“Hai burung…bagaimana keadaanmu?”, Tanya kelinci
“Yah…seperti inilah aku. Aku belum bisa terbang,” jawab burung dengan nada memelas sambil merasakan sakit d sayapnya.
Kupu-kupu pun bergegas mengkomandoni teman-teman yang lain,”Ayo, teman-teman bantu Si burung, agar Si burung bisa terbang lagi…”
Bebek dan kelinci pun tak kalah menyemangati Si burung sambil mencoba membangunkan Si burung, “Ayo….semangattt….coba bangun burung….”
Lalu, kupu-kupu dan lebahpun tak kalah membantu mengobati sayap Si Burung dengan membalut luka sayapnya.
Sambil dipapah oleh kelinci, Si burung berkata,” terima kasih ya,teman-teman telah membantuku. Aku akan mencoba terbang dulu ya teman-teman….”
“aaarrrrggghhh….sayapku masih lemah teman-teman…”,keluh SI Burung
Teman-temanpun tak berputus asa untuk menyemangati Si Burung,”Ayo, burung….Semangattttt!!!”
Keluh Si Burung, “ Ahhhh….aku gak bisa….”
“Ayo…sedikit lagi…!” seru teman-temannya
“Iya…teman-teman…uhh…uhhh…uhh…aku akan berusaha teman-teman…aku pasti bisa…. Ah ah ah ah..PAK PAK PAK…AH…Aku bisa teman-teman…”, kata Si burung
Akhirnya Burung pun bisa terbang lagi.
Burung pun berterima kasih kepada teman-temannya,“Alhamdulillah…aku bisa terbang lagi teman-teman. Terima kasihya… Semoga Allah yang akan membalas kebaikan kalian semua, ya…!”
Jawab Kepik dan Semut, “Segala sesuatu yang dikerjakan bersama-sama akan mudah, dan juga saling tolong-menolong itu sangat dianjurkan oleh Alloh lho, teman-teman…”
*to be continue xixixi

Kisah Semut Dan Kepompong

Dikisahkan ada sebuah hutan yang sangat lebat, tinggallah disana bermacam-macam hewan, mulai dari semut, gajah, harimau, badak, burung dan sebagainya. Pada suatu hari datanglah badai yang sangat dahsyat. Badai itu datang seketika sehingga membuat panik seluruh hewan penghuni hutan itu. Semua hewan panik dan berlari ketakutan menghindari badai yang datang tersebut.

Keesokan harinya, matahari muncul dengan sangat hangatnya dan kicauan burung terdengar dengan merdunya, namun apa yang terjadi? banyak pohon di hutan tersebut tumbang berserakan sehingga membuat hutan tersebut menjadi hutan yang berantakan.

Seekor Kepompong sedang menangis dan bersedih akan apa yang telah terjadi di sebuah pohon yang sudah tumbang. "Hu..huu...betapa sedihnya kita, diterjang badai tapi tak ada tempat satupun yang aman untuk berlindung..huhu.." sedih sang Kepompong meratapi keadaan.

Dari balik tanah, muncullah seekor semut yang dengan sombongnya berkata "Hai kepompong, lihatlah aku, aku terlindungi dari badai kemarin, tidak seperti kau yang ada diatas tanah, lihat tubuhmu, kau hanya menempel di pohon yang tumbang dan tidak bisa berlindung dari badai" kata sang Semut dengan sombongnya.

Si Semut semakin sombong dan terus berkata demikian kepada semua hewan yang ada di hutan tersebut, sampai pada suatu hari si Semut berjalan diatas lumpur hidup. Si Semut tidak tahu kalau ia berjalan diatas lumpur hidup yang bisa menelan dan menariknya kedalam lumpur tersebut.

"Tolong...tolong....aku terjebak di lumpur hidup..tolong", teriak si semut. Lalu terdengar suara dari atas, "Kayaknya kamu lagi sedang kesulitan ya, semut?" si Semut menengok ke atas mencari sumber suara tadi, ternyata suara tadi berasal dari seekor kupu-kupu yang sedang terbang diatas lumpur hidup tadi.

"Siapa kau?" tanya si Semut galau. "Aku adalah kepompong yang waktu itu kau hina" jawab si Kupu-kupu. Semut merasa malu sekali dan meminta bantuan si Kupu-kupu untuk menolong dia dari lumpur yang menghisapnya. "Tolong aku kupu-kupu, aku minta maaf waktu itu aku sangat sombong sekali bisa bertahan dari badai cuma hanya karena aku berlindung dibawah tanah". Si kupu-kupu akhirnya menolong si Semut dan semutpun selamat serta berjanji ia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di hutan tersebut.

Nah, hikmah yang bisa kita tarik dari dongeng diatas adalah, kita harus menyayangi dan menghormati semua makhluk ciptaan Tuhan. Intinya semua ciptaan Tuhan harus kita kasihi dan tidak boleh kita menghina makhluk yang lain. Oke sampai disini dulu dongeng anak indonesia, sampai berjumpa di dongeng anak indonesia berikutnya. Salam :)