Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 April 2013

Makanan Sehat Untuk Anak

Anak Gemuk Jangan Disuruh Diet, Tapi Ubah Pola Makanan Sehat Untuk Anak

Orangtua kadang tidak menganggap serius tanda-tanda kegemukan pada anaknya. Tapi begitu tahu anaknya sering di-bully karena gemuk, barulah orangtua sadar anaknya harus diet. Tapi sebenarnya Menurunkan Berat Badan pada anak cukup ubah pola Makanan Sehat Untuk Anak.
Anak-anak yang mengalami obesitas cenderung dikucilkan dari pergaulan dan dibully oleh anak-anak lain. Anak-anak obesitas juga lebih rentan sakit dan meurunkan prestasi belajarnya di sekolah.
Anak-anak yang mengalami obesitas lebih jarang berjalan karena pahanya bergesekan ketika berjalan sehingga merasa sakit. Hal ini membuat anak-anak ini makin jarang bergerak dan malas berolahraga.
“Anak-anak yang gemuk di Indonesia kebanyakan adalah anak-anak mampu yang orang tuanya sibuk. Apalagi saat ini makanan junk food bisa dipesan antar. Tanpa adanya kontrol dari orang tua, anak-anak ini makin besar risikonya menjadi obesitas,” kata Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K), dokter spesialis anak Bagian Nutrisi dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Penyakit Anak FKUI/RSCM Jakarta dalam acara Nutritalk Sari Husada di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (9/3/2012).
Menurut penelitian yang pernah dilakukan dr Damayanti di tahun 2006, sebanyak 15.3% siswa SD di seluruh Jakarta mengalami obesitas. Penelitiannya di tahun 2011 mengungkapkan 22,5% siswa SMA di Jakarta mengalami obesitas. Dari penelitian ini dia juga menemukan bahwa anak-anak obesitas 72% asupan makanannya adalah lemak dan hanya 10% di antaranya yang rutin berolahraga.
Dr Damayanti juga menuturkan bahwa obesitas meningkatkan risiko penyumbatan saluran napas ketika tidur (sleep apnea) sebesar 38,25%, risiko gangguan metabolisme 34%, dan risiko peningkatan kolesterol sebanyak 33%. Untungnya, risiko ini masih sangat bisa diatasi pada anak-anak dengan banyak berolahraga dan mengubah pola makan.
“Untuk mengatasi obesitas pada anak-anak, jangan suruh mereka berdiet sebab diet bagi anak-anak adalah siksaan. Begitu jadwal diet selesai, anak-anak akan melampiaskan lagi keinginan makannya dan kembali gemuk. Yang perlu dilakukan hanyalah sederhana, yaitu mengubah pola makan,” kata dr Damayanti.

Selasa, 02 April 2013

Membentuk Pribadi Anak yang Disiplin

Kali ini saya akan memberikan tips atau cara melatih dan mengajarkan disiplin kepada anak. Menanamkan disiplin kepada anak adalah bukan persoalan gampang. Sebagaian orang tua lebih memilih dengan kekerasan, baik verbal maupun fisik dalam menanamkan kedisiplinan kepada anak. Padahal, menurut penelitian, memukul atau cara kekerasan bukanlah cara yang tepat untuk dijadikan pilihan dalam mengajarkan kedisiplinan pada anak. Menurut Canadian Medical Association Journal, mengajarkan disiplin dengan cara memberikan hukuman fisik, hanya akan membuat trauma mendalam pada diri anak.


Kekerasan yang dialami anak dalam pola pendidikan dan menanamkan disiplin pada anak, akan menyebabkan anak tumbuh menjadi sosok yang negatif dan agresif sama seperti yang telah dicontohkan oleh kedua orang tuanya. Ibarat pepatah jawa, "kacang ora ninggal lanjarane".

Kemudian pertanyaannya adalah, bagaimana cara yang tepat bagi orang tua untuk mengajarkan disiplin kepada anak-anak mereka? Dan bagaimana Tips Mudah Mengajarkan Disiplin Kepada Anak ?

Cara asuh yang benar adalah dengan melakukan pendekatan positif, yaitu dengan menetapkan batas-batas diskusi, mencoba bernegosiasi, dan memberikan pemahaman.

Dan jangan dilupakan kalau orang tua juga harus tetap konsisten dengan aturan- aturan yang telah dibuat dan disepakati bersama. Untuk mengajarkan disiplin, orang tua dapat memulai dengan cara melibatkan anak pada kegiatan rumah tangga yang biasa dilakukan oleh orang tua. Misalnya membersihkan rumah, menyapu, mengepel, meskipun disesuaikan dengan kemampuan anak. Cara ini dinilai paling efektif.

Berikut ini adalah sedikit uraian akan hal-hal yang dapat dilakukan oleh orang tua terkait dengan tips mudah dalam upaya mengajarkan anak tentang disiplin sebagaimana diuraikan oleh vivanews.com.

  1. Lakukan pekerjaan rumah bersama, dimulai dengan tugas yang ringan. Jangan lupa untuk memberikan pengarahan dan konsekuensi pada setiap pekerjaan rumah yang dilakukan. Dengan cara ini, anak tidak hanya mengerti, tapi  aturan ini akan terus membekas pada kehidupan selanjutnya, dengan sendirinya kedisiplinan anak pun terbentuk.
    - Tugas Anda adalah memantau secara konsisten. Hukuman harus tetap diberlakukan jika aturan tersebut dilanggar. Berikan juga penjelasan mengapa Anda harus menghukumnya
  2. Mendefinisikan aturan juga hal yang penting. Contohnya, Anda ingin anak Anda membersihkan kamar mereka, Anda harus secara jelas menjelaskan apa itu arti bersih dan apa akibat jika mereka tidak menjaga kebersihan. Mungkin tampak sepele, tapi anak- anak membutuhkan alasan dan penjelasan detil pada setiap tugas harus dikerjakan
  3. Untuk membentuk anak menjadi pribadi yang disiplin, orang tua harus bersatu dan menjalin kesepakatan dengan anak. Seperti, membahas masalah dan memutuskan aturan bersama sebelum menyampaikannya agar anak tidak bingung dengan aturan yang dibuat. Biasanya jika anak tidak mendapatkan kelonggaran dari sang ayah, ia akan beralih pada ibunya untuk mendapatkan dispensasi
  4. Berikan contoh yang baik di depan anak. Bagaimana pun juga figur orang tua adalah contoh terdekat, mereka pun akan meniru perilaku Anda. Jadi, jangan ragu untuk membuat aturan-aturan tegas di rumah.

Tak hanya membangun sosok yang disiplin, kebahagiaan dan sikap positif anak pun akan terjamin.

Kamis, 19 April 2012

Manfaat Sayuran dan Buah Bagi Kecerdasan Anak





Keberadaan sayur-mayur mutlak harus ada dalam menu makanan. Sayuran selain sebagai sumber serat, sayur punya peranan tersendiri dalam membangun otak yang cerdas, terutama untuk anak-anak. Tapi, sayur seperti apa yang harus ada dalam menu harian si kecil?


Untuk memilih macam sayuran, kita bisa melihat berdasarkan warnanya. Menurut ahli nutrisi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia, warna pada sayuran mengisyaratkan akan kandungannya. Zat aktif yang penting dalam sayur dan buah adalah fitokimia atau kelompok gizi pada tanaman dan flavonoid, senyawa antioksidan.
Sayuran dan buah berwarna alami kuning, merah, dan hijau mengandung zat gizi yang penting untuk kesehatan otak. Sebagai panduan, berikut buah dan sayur yang disarankan untuk dikonsumsi anak dan balita.


MACAM – MACAM SAYURAN
Paprika merah, warna merahnya disebabkan kandungan beta karoten yang sangat tinggi.
Bawang bombay, warna kuning berasal dari antoxantin, pelindung yang kuat terhadap kerusakan akibat radikal bebas.
Brokoli, kaya akan beta karoten, yang juga terdapat dalam wortel.
Bit, warna ungunya disebabkan karena antosianid, yang dapat melindungi membran otak.
Tomat, warna orange kemerahan pada buah ini disebabkan karena antioksidan dan likopen, yang berfungsi untuk melindungi membran otak.
Wortel, warna jingganya berasal dari beta karoten, zat yang menjadi cikal bakal terbentuknya vitamin A.
Sayuran hijau dan bayam, mengandung beta karoten dan mineral kalsium.
CONTOH BUAH – BUAHAN


Alpukat, juga mengandung beta karoten, vitamin C dan E. Buah ini juga kaya akan kandungan lemak tidak jenuh.
Jambu biji, merupakan sumber vitamin C yang tinggi.
Pepaya, mengandung vitamin C tinggi dan enzim papain untuk mencerna protein.
Pisang, mengandung zat kalium yang berperan untuk meningkatkan kadar kalium tubuh